jam

Kamis, 18 Juli 2013

Nikmatnya rasa sakit

Rasa sakit yang kita rasakan tak selamanya tak berharga,sehingga harus selalu dibenci.
Sebab ,mungkin saja rasa itu justru akan mendatangkan kebaikan bagi seseorang .
Biasanya, ketulusan dari sebuah doa muncul tatkala rasa sakit mendera .

Adalah beban berat serta jerih payah saat menuntut ilmulah yang akan mengantarkan seorang pelajar menjadi ilmuwan terkemuka. ia telah bersusah payah di awal perjalananya ,sehingga ia menilmati kesenangan pada akhirnya. Contoh lain apabila kita melihat seorang ibu yang mengajarkan anaknya solat pada awalnya mengalami kesulitan ,tetapi karena kesabran yang ulet serta tak mengenal putus asa untuk mengajarkan sholat pada putranya  si ibu itupun mendapatkan hasil yang memuaskan pada akhirnya.
Lain halnya dengan seorang pelajar yang tidak dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya ,senang hidup berfoya-foya, tidak terbelit masalah, dan tidak pula tertimpa musibah, maka ia hanya akan menjadi seorang pemalas yang ketika tertimpa musibah ia akan langsung berputus asa .

Oleh karena itulah sebagai generasi yang akan melanjutkan cita-cita generasi terdahulu janganlah kita berputus harapan dari rahmat Allah swt .Meskipun terkadang beban hidup yang kita rasakan tidak sedikit.Sebab beban hidup yang kita rasakan sekarang mungkin akan menjadi suatu kenikmatan pada suatu hari  nanti.Jika kita hidup dengan semangat yang berkobar,cinta yang membara dan jiwa yang bergelora jauh akan lebih baik daripada hidup dengan perasaan dingin, semangat yang layu serta jiwa yang lemah.Pepatah mengatakan " sesunguhnya orang yang berputus asa adalah seseorang yang telah mati sebelum ia mati".